
Data statistik menyebutkan :
Indonesia pengimpor beras terbesar di dunia. Data September 2011 1,62 juta ton. Devisa tersedot Rp8,5 triliun. Triwulan pertama 2012 impor 770,3 ribu ton beras senilai Rp3,8 triliun (420,7 dollar AS).
90 % beras dunia dikonsumsi orang Asia. Rata-rata konsumsi Asia 86 kg beras/tahun. Amerika 9 kg/tahun. Eropa 4 kg/tahun.
Orang Indonesia 168,9 kg/tahun. Thailand 153,1 kg/tahun. Filipina 111,1 kg/tahun. Cina 107,4 kg/tahun (Suara Merdeka Minggu 10 Juni 2012).
Lalu ada lagi, cerita indah tentang Indonesia pada tahun 1986 Indonesia pernah swasembada beras hingga Presiden Suharto mendapat penghargaan dari FAO badan pangan PBB. Indonesia juga mampu mengeksport beras ke Negara-negara seperti kamboja, Vietnam, dll
Namun semua tinggal cerita, hati yang luka atau beras yang luka. Ada kurang lebih sekitar 241 juta perut yang harus diisi dengan nasi dan sebaiknya nasi itu bukan dari nasi Negara tetangga. Nasi dari pak Tani Indonesia.
Atas Hal ini kita jadi importir beras yang rakus, penduduk bertambah sementara lahan sawah kian berkurang beralih menjadi perkantoran, perumahan, perdagangan dan keperluan lain.
Sebenarnya mungkin ada andil kesalahan, ada lobang yang bocor atau ada lobang yang tertutup dan takkan pernah dibuka. Itu juga tidak baik. Tak kan ada habisnya mencari lobang-lobang kesalahan. Mari berkemas, singsingkan lengan baju. Bersama untuk sejahtera
Cerita indah itu pasti akan bisa terjadi kembali. Roll niri sudah menyaksikan bagaimana geliat bangsa ini menjadi Negara berswasembada pangan. Negara yang berkelimpahan beras. Negara yang sangat kreatif mengolah beras.
Berdiri sejak 1936, Roll Niri telah mampu menemani para petani dalam memanenkan hasil padinya, menemani tawa ceria saat melihat panennya baik, mengayomi lelahnya keringat yang mengucur pada ulir-ulir pori-pori pak Tani
Majulah Pertanian Indonesia!!
Salam
0 comments:
Post a Comment