Ads 468x60px

.

Featured Posts

Sunday, July 10, 2016

Seandainya Masih Seperti Doeloe

Apakah Anda pernah merasakan suasana kampung di musim tanam dan panen padi? Atau mungkin Anda sendiri pernah mengalami bagaimana proses menanam padi hingga panennya? Saat musim tanam padi, kampung yang mayoritas penduduknya petani padi biasanya sangat ramai karena banyak orang mengolah sawahnya. 

Saat pekerjaan mengolah lahan masih dilakukan dengan tradisional, proses ini biasanya diawali dengan mencangkul dan membajak sawah (meluku) dan menyemai benih. Setelah ketiga langkah tadi rampung, barulah perawatan padi dimulai dengan menyiangi rumput/tanaman liar, memupuk dan menyemprot pestisida menggunakan hand sprayer. Setelah padi cukup umur, panen dilakukan dengan ani-ani atau sabit. Kemudian padi digebod atau memukul-mukulnya dengan pelepah kelapa untuk merontokkan bulir padi. Setelah bulir padi rontok, gabah dikeringkan dengan dijemur di tengah sawah atau pinggir jalan, ditapeni dengan tampah atau disilir dengan bantuan angin. Saat bulir padi tersebut sudah kering, barulah bulirnya ditumbuk untuk memperoleh beras (ditutu).

Proses nutu untuk memecah gabah 

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi semakin canggih dan proses pengolahan padi pun berubah. Pengolahan lahan dilakukan dengan traktor sedangkan penyemaian benih, perawatan padi, panen, pengeringan dan penggilingan dilakukan dengan berbagai jenis mesin. Seandainya pengolahan padi masih tradisional seperti dulu, berapa banyak waktu yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan 250 juta penduduk Indonesia? Lalu akankah Indonesia mampu berswasembada beras bahkan ekspor?

Salah satu tahapan proses yang sudah dimodernisasi adalah penggilingan padi. Huller rata-rata telah menggunakan mesin pecah kulit (PK). Mesin ini membutuhkan komponen yang bernama rol karet atau rubber roll yang berfungsi mengupas kulit gabah. Peranan rubber roll ini sangat penting dalam menjaga keutuhan beras yang dihasilkan dan berpengaruh terhadap kehalusan suara dan tingkat keawetan mesin. Setelah menggiling sejumlah tertentu gabah kering, rubber roll ini perlu diganti karena karetnya sudah terkikis.

Mesin pecah kulit modern dengan rubber roll

Karena hasil akhir penggilingan gabah tergantung pada rubber roll yang digunakan, pilihlah rubber roll yang berkualitas. Berikut ini adalah tips untuk memilih rubber roll yang baik :
  • Bergaransi
  • Beras yang dihasilkan utuh 
  • Kapasitas giling tinggi di kelasnya
  • Berstandar internasional ( ISO 9001 : 2008 )
  • Diproduksi oleh pabrik yang berpengalaman dalam membuat roll
Jika Anda tertarik untuk mendapatkan rubber roll yang berkualitas, kunjungi situs kami di www.niri-rubber.com atau hubungi Customer Care kami di nomor 0231-510769 / 510765 / 510345 atau fax di 0231-510346.

Tuesday, February 26, 2013

Roll Niri "Mendunia di Bali"

Sabtu siang itu gerimis sesekali menyisir pohon-pohon yang berada di sekitar Gazebo PT Samudera luas Paramacitra, angin seakan menyapa spanduk-spanduk ucapan selamat datang dan slogan-slogan produk niri. Namun hujan deras tak datang hanya gerimis yang plin-plan. "Sukurlah kalau begitu" balas seorang karyawan PT Samuderaluas yang sedari pagi mempersiapkan penyambutan tamu. Gerimis pun melahirkan aroma hangat di PT Samudera Luas Paramacitra yang akan menyambut kedatangan rombongan dari Perpadi Tabanan Bali.

Sesaat kemudian pintu gerbang dibuka, terlihat rombongan masuk ke lokasi PT Samudera Luas Paramacitra, mereka disambut oleh jajaran Direksi beserta Staf. Rombongan dari Bali sekitar 30 orang langsung menuju ke ruang penjamuan dengan dipandu oleh beberapa karyawan.

Berikutnya rombongan didalam ruangan diperkenalkan tentang Produk Roll NIRI, tentang PT Samuderaluas Paramacitra oleh karyawan PT Samudera Luas Paramacitra


Beberapa dari rombongan sangat antusias, mereka lewat ketua DPD Perpadi (Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia) Tabanan Bali AA Made Sukawetan  memberikan sambutan dan kesaksian mereka terhadap Produk Roll NIRI. Menurut mereka, Roll Niri dalam aplikasinya di lapangan memiliki kemampuan jauh dari roll yang biasa dipakai, yang jelas tambah ketua tersebut, Produk NIRI sudah "mendunia" di Bali.



Setelah proses pekenalan itu, mereka dibawa mengelilingi pabrik roll NIRI yang sudah berdiri semenjak III Dekade yang lalu.

(rsf)